Beranda > Teknologi > Penanganan Semen Beku

Penanganan Semen Beku

Angka kebuntingan pada ternak sapi dengan pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB), dipengaruhi oleh beberpa faktor, antara lain : a). Ketepatan deteksi berahi; b). deposisi semen dalam organ reproduksi betina; c). kualitas semen yang dipergunakan; d). kondisi organ reproduksi ternak betina.

Kualitas spermatozoa yang terkandung dalam semen beku sangat dipengaruhi oleh Bagaimana penananganan semen pada saat penyimpanan, transportasi, thawing dan penyuntikan pada organ reproduksi.

PENANGANAN SEMEN BEKU DALAM KONTAINER

  1. Segera periksa kondisi container, kondisi nitrogen cair, kondisi straw baik mengenai jumlah dan motilitas sperma setelah thawing.
  2. Jika kondisi N2 cair dianggap kurang segera lakukan penambahan nitrogen dan segera tutup kembali container, karena kekurangan nitrogen cair akan menurunkan kualitas semen.
  3. Sebaiknya diberi label petunjuk isi per canister untuk memudahkan pengambilan oleh petugas IB
  4. Semen beku harus selalu dalam rendaman nitrogen cair atau apabila hanya terdapat satu canister maka volume nitrogen cair minimal 1/3 tinggi container
  5. Untuk mengecek  nitrogen cair dapat digunakan mistar atau tongkat kecil berskala yang dicelupkan kedalam container. Mistar atau tongkat berskala terssebut setelah dicelupkan kemudian dilihat Kristal es/embun yang terbentuk pada tongkat. Hal ini menandakan tinggi/volume nitrogen cair dalam container.
  6. Pengambilan straw dalam canister dari container tidak boleh melebihi tinggi leher container
  7. Hindari pemindahan straw dari container satu ke container lain sesering mungkin
  8. Straw yang sudah dithawing tidak dapat lagi dikembalikan kedalam container

THAWING

Thawing dapat dilakukan dengan menggunakan air hangat dengan suhu 37 – 38 derajat celcius atau dengan menggunakan air dingin. Thawing dengan menggunakan air dingin dilakukan aagak lama disbanding dengan menggunakan air hangat. Thawing dilakukan sampai tampak gelembung udara pada straw.

Segera lakukan Inseminasi Buatan (IB) setelah pelaksanaan thawing untuk mendapatkan angka fertilitas yang tinggi.

PELAKSANAAN INSEMINASI BUATAN

  1. Betina berahi disiapkan, dengan menempatkan betina berahi dalam kandang jepit.
  2. Straw yang sudah dithawing dissenting pada AI Gun dan dimasukkan kedalam vagina
  3. Lakukan palpasi rectal untuk membantu Gun IB menuju posisi IV
  4. Semen disemprotkan pada posisi IV secara perlahan, selanjutkan Gun IB dikeluarkan dan tangan kiri petugas IB memijat lembut serviks dan vagina
  5. Setelah IB dilaksanakan, inseminator harus melakukan pencatatan dan memberikan penjelasan kepada petani dan membereskan kembali semua peralaatan IB

Baca Juga :

Kategori:Teknologi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: