Pembibitan Sapi Potong

Usaha pembibitan sapi potong rakyat sebagai tulang punggung pemasok utama sapi bibit dan bakalan dalam negeri, sebagian besar berdasarkan pada kemampuan induk dalam memproduksi pedet belum mengarah pada kualitas bibit yang dihasilkan; sedangkan bibit yang berasal dari plasma nutfah lokal merupakan salah satu sarana penting dalam pengembangan industri peternakan dan mempunyai peran penting dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas ternak, dalam negeri disamping pakan dan tatalaksana pemeliharaan. Untuk menjamin keberlanjutan mutu bibit sapi potong sesuai dengan harapan konsumen, diperlukan bibit ternak yang bermutu sesuai dengan persyaratan teknis minimal setiap bibit sapi potong. Secara umum stuktur bibit dikelompokkan menjadi 3 yaitu bibit dasar, bibit induk dan bibit sebar. Baca selengkapnya…

Kategori:Artikel

Menentukan Jenis Kelamin Itik

Mengetahui jenis kelamin itik merupakan hal yang penting dalam memulai usaha peternakan itik.  apalagi jika tujuan beternak adalah untuk menghasilkan telur. adalah sangat lucu jika ternyata itik yang dipelihara ternyata lebih banyak ternak jantannya. Menentukan jenis kelamin itik gampang gampang susah. beda jika itik tersebut sudah dewasa, mungkin agak gampang membedakannya. Berikut tips yang dapat anda pilih dalam menentukan jenis kelamin DOD.

  1. Hand Sexing; Hand sexing adalah cara menentukan bebek jantan betina dengan memegang dan melihat bagian anus / dubur / kloaka bebek. Pegang bebek dengan tangan kiri dengan punggung ke arah bawah serta tangan kanan membuka dubur. Jika ada tonjolan runcing warna putih seperti akar kecambah maka itu jantan, sedangkan apabila tidak ada maka betina. Voice Sexing;
  2. Voice sexing adalah cara menentukan bebek jantan betina dengan mendengar suaranya. Pegang bebek dan tekan bagian pangkal leher di dekat tembolok. Jika suara serak maka jantan dan jika melengking nyaring itu bebek betina.
  3. Bend Sexing; Bend sexing adalah cara membedakan kelamin betina dan jantan anak bebek/itik dod (day old duck) dengan melihat gerak-gerik bebek. Yang jantan kepala lebih besar, badan lebih besar, warna bulu gelap, gerakan lebih tenang, bulu kepala kasar panjang, paruh runcing gelap melengkung, sedangkan yang betina kebalikannya
Kategori:Artikel

Penanganan Semen Beku

Angka kebuntingan pada ternak sapi dengan pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB), dipengaruhi oleh beberpa faktor, antara lain : a). Ketepatan deteksi berahi; b). deposisi semen dalam organ reproduksi betina; c). kualitas semen yang dipergunakan; d). kondisi organ reproduksi ternak betina.

Kualitas spermatozoa yang terkandung dalam semen beku sangat dipengaruhi oleh Bagaimana penananganan Baca selengkapnya…

Kategori:Teknologi

Manajemen Kesehatan Pedet

Induk  sapi yang bunting normal selama 283 hari (278-288 hari) akan melahirkan pedet yang fungsinya sebagai  penerus kelangsungan usaha ternak. Pedet yang baru dilahirkan harus segera mampu bernafas setelah tali pusarnya putus. Lendir yang membasahi  lubang hidungnya harus segera dibersihkan, dan tubuh dikeringkan dengan kain yang agak kasar disertai tekanan tangan yang keras. Kalau pedet tidak bisa bernafas, perlu dirangsang melalui hidungnya dengan menggunakan tangkai sendok yang bersih, atau dengan jari tangan, sedalam lebih kurang 5 cm. Hal tersebut dimaksudkan untuk merangsang ujung syaraf di hidung, yang selanjutnya akan merangsang pusat pernafasan. Cara merangsang pernafasan dengan jalan menempatkan kedua kaki belakang di atas dan kepala dibawah, hingga pedet dalam posisi Baca selengkapnya…

Kategori:Artikel

Ransum Ternak Sapi Penggemukan

Usaha penggemukan sapi potong lokal sebagian besar merupakan usaha peternakan rakyat dalam skala usaha pemilikan kecil; dan secara teknis belum berwawasan  agribisnis sehingga produktivitas dan pendapatan peternak relatif rendah. Tingkat Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) yang diperoleh sekitar 0,3 – 0,4 kg/ekor/hari dengan lama pemeliharaan > 1 tahun. Beberapa faktor yang menjadi penyebab rendahnya produktivitas sapi penggemukan adalah sapi bakalan yang digunakan belum memenuhi standart bibit dan belum memanfaatkan sumberdaya pakan potensial seoptimal mungkin. Untuk memperoleh produktivitas yang optimal, maka perlu diperhatikan syarat bibit yang baik dan mempunyai skor kondisi tubuh sedang sampai dengan baik, serta dukungan pakan yang baik dan ekonomis. Dalam informasi terbatas ini disampaikan strategi penggemukan sapi potong yang layak sehingga  dapat dicapai PBBH dan keuntungan ekonomis yang optimal, a.l. meliputi pemilihan bakalan, (bangsa, sex, umur,  bobot badan dan  kondisi awal ternak), manajemen pakan. Berikut ini adalah contoh ransum anjuran Baca selengkapnya…

Kategori:Artikel

Operasional BIOGAS

Potensi BIOGAS sangat strategis oleh sebab itu perlu didorong dan dikembangkan. Pemanfaatan limbah ternak pada gilirannya akan membantu pemerintah dalam mengurangi pemanasan global. Kesetaraan BIOGAS asal ternak dengan sumber energy lain adalah Baca selengkapnya…

Kategori:Teknologi

HAY (Rumput Kering)

Upaya pengawetan hijauan makanan ternak dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dalam bentuk silase dan HAY. Pengawetan makanan dengan cara dikeringkan atau biasa disebut dengan HAY. HAY adalah hijauan makanan ternak yang sengaja Baca selengkapnya…

Kategori:Teknologi
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: